don't think to be the best but think to do the best..just do your the best

Sunday, June 26, 2011

how to handle stress well

Handle Stress Well

One of the skills that we really need in life is how we can handle stress and pressures of life well. Every human experiences stress at any time in his life. Stress occurs when there are certain standards or expectations that we cannot fulfil. Stress is not strange for us because we experience it every time and we live with him. Stress actually gives us the space to move forward if we can properly handle it. These are some ways how to handle stress according to the bookself-management serieswritten by Aribowo Prijaksono and Roy Sembel, and some of which are based on my experiences.

The first step when we want to handle stress in our lives is discipline ourselves with healthy food and balanced (Aribowo Pricaksono and Roy Sembel, 2003 : 6). Too much sugar, salt and coffee can make stress worse. When we often consume 3 things above, the level of sugar in the blood will be affected and can make us become lazy and weak. Replace the food consumption by consuming more fresh fruits and vegetables. Avoid bad habits like smoking, drinking and drugs.

The second ways to handle stress is relaxation (Aribowo Pricaksono and Roy Sembel, 2003 : 7). Relaxation is divided into two parts, the physical relaxation and mental relaxation. Physical relaxation can be done without spending much the time and cost. For example by walking in the morning or breathing exercises or we can also do the relaxation by stretching to help relaxing the muscles that tight. We will be very difficult to overcome life filled with stress if we are not healthy. If we are physically fit, we can be more fighting in the face of stress. Whereas mental relaxation can be done with balance between work and play. doing a hobby or whatever we enjoy, because this activity can make our minds relax.

Stress can grow and grow because we are always negative thinking. Change these negative thoughts and think rationally. Negative thoughts are usually based on the assumption that irrational and over fear. So that to avoid stress we should change our mind, we should have positive thoughts.

Another way which is an effective way to handle stress is involving with activities outside the home or office (Aribowo Pricaksono and Roy Sembel, 2003 : 9). Since by doing various activities outside the home, we can also share the problem with friends, especially to someone who cares about us.

Simak

Baca secara fonetik

When affected by stress, we just need to pamper ourselves. For example by eating a favorite food, buying things that had long been our dream, doing some activites with the things that make us feel happy, or call an old friend. to pamper yourself, thinking about what causes stress can be reduced.

Often stress caused by so many works and obligations that seem beyond our ability to do so. Make a list to do. Then arrange it based on priority or urgency. Avoid a commitment to resolve all of them. Do one by one on a priority basis, if necessary, delay or cancel a task that we are not able to finish it. So another way to handle stress is by making list to do our activities based on the emergency.

Stress is something we can control completely, if we really truly want to overcome it. The ways mentioned above are effective ways in handling stress. They can be used when we are having stress in our lives. So that we can face stress with the smile and of course we can face our lives just going on.

Wednesday, April 29, 2009

Mole Mole Mole Apaan Tuch???

Mole Mole Mole - Apaan Tuh?

Mempelajari ilmu kimia kita tidak luput dari apa yang disebut sebagai reaksi kimia. Dalam reaksi kimia yang berperan adalah spesies-spesies reaktan yang saling bertumbukkan satu sama lain untuk membentuk produk. Sejumlah tertentu reaktan saja terdapat jutaan bahkan triliunan molekul reaktan, contohnya dalam satu gram gas H2 terdapat sekitar 3×1023 molekul hidrogen, bisahkah anda membayangkan jika gas ini direaksikan dengan 1 gram gas oksigen yang mengandung sekitar 2×1022 sudah berapa jutaan triliun gas H2O yang akan dihasilkan.

Perhitungan kuantitatif antara zat yang bereaksi dengan produk yang dihasilkan memegang peranan yang penting dalam perhitungan rekasi, disebabkan ukuran atom/molekul sangatlah kecil dan tidaklah mungkin kita mengambil sejumlah tertentu atom atau molekul secara manual secara tepat maka kimiawan memerlukan suatu satuan tertentu untuk mendefinisikan jumlah atom atau molekul ini.

Untuk itulah diperkenankannya suatu satuan yang disebut sebagai “mol”.

“ Mol merupakan satuan yang menyatakan jumlah unit dalam suatu substansi yang setara dengan jumlah atom karbon dalam 12 gram karbon 12C murni”

Jumlah unit disini dapat berupa atom, molekul, ion, elektron, proton, radikal, waktu, kuanta, bahkan kelereng, bola, biji kacang hijau atau apapun yang ada di dunia ini. Kimiawan telah menghitung dengan seksama bahwa 12 gram atom karbon 12C murni memiliki jumlah atom karbon sebanyak 6,022.1023×1023. Jumlah sebanyak 6,022.1023×1023 ini disebut sebagai bilangan Avogadro (N).

Jadi “ 1 mol apapun yang ada di dunia ini jumlahnya adalah 6,022.1023, baik itu atom, elektro, molekul, biji kelereng, biji beras, lidi, atau bahkan buah apel”.

Artinya:

  • 1 mol tembaga memiliki 6,022.1023 atom tembaga
  • 1 mol N2 memiliki 6,022.1023 molekul N2
  • 1 mol elektron memiliki jumlah 6,022.1023 elektron
  • 1 mol biji jagung jumlahnya 6,022.1023 biji
  • 1 mol detik jumlahnya 6,022.1023 detik
  • 1 mol buah jeruk memiliki jumlah kelereng sebanyak 6,022.1023 buah

Bagaimana cara kita menghitung mol? Rumus dasar menghitung jumlah mol adalah dengan membagi masa zat dalam satuan gr dengan masa molekul relatifnya (Ar atau Mr). Apabila diketahui jumlah spesiesnya maka kamu tinggal membaginya dengan bilangan Avogadro, atau bila diketahui volumenya untuk gas pada keadaaan STP (standard Temperature Pressure) maka setiap 1 mol gas volumenya adalah 22,4 liter (perhatikan gambar diatas).

Sunday, April 26, 2009

LAVOISIER 1743-1794

lavoisier.jpg

Ilmuwan Perancis hebat Antoine Laurent Lavoisier merupakan tokoh terkemuka di bidang perkembangan ilmu kimia. Pada saat kelahirannya di Paris tahun 1743, ilmu pengetahuan kimia ketinggalan jauh ketimbang fisika, matematika dan astronomi. Sejumlah besar penemuan yang berdiri sendiri-sendiri sudah banyak diketemukan oleh para ahli ilmu kimia, tetapi tak satu pun kerangka teori yang dapat jadi pegangan yang dapat merangkum informasi yang terpisah-pisah. Pada saat itu tersebar semacam kepercayaan yang tak meyakinkan bahwa air dan udara merupakan substansi yang elementer. Lebih buruk lagi, adanya kesalahfahaman mengenai hakekat daripada api. Kepercayaan yang berkembang saat itu adalah bahwa semua proses pembakaran benda mengandung substansi duga-dugaan yang disebut “phlogiston,” dan bahwa selama proses pembakaran, substansi barang yang terbakar melepaskan phlogiston-nya ke udara.

Dalam jangka waktu antara tahun 1754 - 1774, ahli-ahli kimia berbakat seperti Joseph Black, Joseph Priestley, Henry Cavendish dan lain-lainnya telah mengisolir arti penting gas seperti oxygen, hydrogen, nitrogen dan carbon dioxide. Tetapi, sejak orang-orang ini menerima teori phlogiston, mereka tidak mau memahami hakikat atau arti penting substansi kimiawi yang telah mereka ketemukan. Oxygen, misalnya, dipandang sebagai udara yang semua phlogiston-nya telah dialihkan. (Sebagaimana diketahui bahwa serpihan kayu lebih sempurna terbakar dalam oxygen ketimbang dalam udara; mungkin ini akibat udara lebih mudah menghisap phlogiston dari kayu yang terbaru). Jelas, kemajuan nyata di bidang kimia tidak bisa terjadi sebelum dasar-dasar utamanya dapat difahami.

Adapun Lavoisier yang berhasil dan menangani bagian-bagian yang menjadi teka-teki menjadi satu kesatuan yang dapat dibenarkan dan menemukan arah yang tepat dalam teori ilmu kimia. Pada tahap pertama, kata Lavoisier, teori phlogiston sepenuhnya meleset: tidak ada benda yang namanya phlogiston. Proses pembakaran terdiri dari kombinasi kimiawi tentang terbakarnya barang dengan oxygen. Kedua, air bukanlah barang elementer samasekali melainkan satu campuran antara oxygen dan hydrogen. Udara bukanlah juga substansi elementer melainkan terdiri terutama dari campuran dua jenis gas, oxygen dan nitrogen. Semua pernyataan ini kini tampak gamblang sekarang, tetapi belum bisa ditangkap baik oleh pendahulu-pendahulu Lavoisier maupun rekan sejamannya. Bahkan sesudah Lavoisier merumuskan teorinya dan mengajukan kepada kalangan ilmuwan, toh masih banyak juga pemuka-pemuka ahli kimia yang menolak gagasan teori ini. Tetapi, buku Lavoisier yang brilian Pokok-pokok Dasar Kimia (1789), begitu terang dan jernihnya mengedepankan hipotesa ini dan begitu meyakinkan serta mengungguli pendapat-pendapat lain, barulah ahli-ahli kimia angkatan lebih muda dengan cepat mempercayainya.

Seraya membuktikan bahwa air dan udara bukanlah unsur kimiawi, Lavoisier mencantumkan pula dalam bukunya daftar substansi benda-benda itu yang dianggapnya punya arti mendasar dan bersifat elementer meski daftarnya mengandung beberapa kekeliruan, daftar unsur kimiawi modern sekarang ini pada hakekatnya merupakan perluasan dari apa yang sudah disusun Lavoiser itu.

Lavoiser sudah menyusun skema pertama yang tersusun rapi tentang sistem kimiawi (bekerja sama dengan Berthollet, Fourcroi dan Guyton de Morveau). Dalam sistem Lavoisier (yang jadi dasar pegangan hingga sekarang) komposisi kimia dilukiskan dengan namanya. Untuk pertama kalinya penerimaan suatu sistem kimia yang seragam dijabarkan sehingga memungkinkan para ahli kimia di seluruh dunia dapat saling berhubungan satu sama lain dalam hal penemuan-penemuan mereka.

Lavoisier merupakan orang pertama yang dengan gamblang mengemukakan prinsip-prinsip penyimpanan jumlah reaksi benda kimia tanpa bentuk tertentu: yakni reaksi dapat mengatur kembali elemen yang benar dalam substansi semula tetapi tak ada hal yang terhancurkan dan pada akhir hasil berada dalam berat yang sama seperti komponen asal. Keyakinan Lovoisier tentang pentingnya kecermatan menimbang bahan kimiawi melibatkan reaksi yang mengubah ilmu kimia menjadi ilmu eksakta dan sekaligus menyiapkan jalan bagi banyak kemajuan-kemajuan di bidang kimia pada masa-masa sesudahnya.

Lavoisier juga memberi sumbangan dalam bidang penyelidikan geologi, dan menyumbangkan pula dalam bobot yang meyakinkan di bidang fisiologi. Dengan percobaan yang teramat hati-hati (bekerja sama dengan Laplace), dia mampu menunjukkan bahwa proses fisiologi mengenai keringatan atau bersimbah peluh adalah pada dasarnya sama dengan proses pembakaran lambat. Dengan kata lain, manusia dan bangsa binatang menimba energi mereka dari proses pembakaran organik yang perlahan dari dalam, dengan penggunaan oxygen dalam udara yang dihimpunnya. Penemuan ini saja –yang mungkin arti pentingnya setara dengan penemuan Harvey tentang peredaran darah– sudah cukup mendudukkan Lavoisier dalan daftar urutan buku ini. Tambahan pula, Lavoisier punya makna amat penting berkat formulasinya tentang teori kimia sebagai titik tolak tak tergoyahkan bagi sektor pengetahuan kimia pada jalur yang tepat. Dia umumnya dianggap sebagai “Pendiri ilmu kimia modern”, dan memang dia patut mendapat julukan itu.

“Daftar Periodik Unsur” modern yang dasarnya merupakan perluasan dari daftar LavoisierSeperti halnya beberapa tokoh yang tercantum dalam daftar urutan buku ini, Lavoisier justru belajar hukum di saat remajanya. Meski dia dapat gelar sarjana hukum dan diangkat dalam lingkungan ahli hukum namun tak sekali pun dia pernah mempraktekkan ilmunya, walau memang ada dia berkecimpung dalam dunia perkantoran administrasi Perancis dan pelayanan urusan masyarakat. Tetapi yang terutama dia giat di dalam Akademi Pengetahuan Kerajaan Perancis. Dia juga anggota Ferme Generale, suatu organisasi yang berkecimpung dalam dunia urusan pajak. Akibatnya, sesudah Revolusi Perancis 1789, pemerintahan revolusioner teramat mencurigainya.

Akhirnya dia ditangkap, berbarengan dengan dua puluh tujuh anggota Ferme Generale. Pengadilan revolusi mungkin tidak terlampau teliti, tetapi proses pemeriksaan berjalan cepat. Pada suatu hari tanggal 8 Mei 1794 kedua puluh tujuh orang itu diadili, dinyatakan bersalah dan dipenggal kepalanya dengan guillotine. Lavoisier dapat hidup terus dengan istrinya yang cerdas yang senantiasa membantunya dalam kerja penyelidikan.

Pada saat pengadilan, ada permintaan agar kasus Lavoisier dipisahkan, seraya mengedepankan sejumlah pengabdian yang sudah dilakukannya untuk masyarakat dan ilmu pengetahuan. Hakim menolak permintaan dengan komentar ringkas “Republik tak butuh orang-orang genius.” Ahli matematika besar Langrange dengan ketus dan tepat membela temannya: “Memang diperlukan waktu sekejap untuk memenggal sebuah kepala, tetapi tak cukup waktu seratus tahun untuk menempatkan kepala macam itu pada posisinya semula.”